Mantan Mengajak Balikan? Ini Cara Menolak Balikan Tanpa Drama!
Cosmo babes, ketika mantan tiba-tiba muncul lagi dengan pesan manis atau ajakan balikan, perasaan bisa langsung campur aduk.
Ada kaget, nostalgia, rindu sedikit, tapi juga ingat semua luka yang dulu pernah ada. Di satu sisi kamu ingin tetap baik, di sisi lain kamu tahu hubungan itu sudah tidak sehat untuk diulang…
Menolak mantan bukan berarti kamu jahat atau tidak punya hati. Justru, menolak dengan cara yang tenang dan dewasa adalah bentuk mencintai diri sendiri.
Nah, kali ini Cosmo akan membantumu menghadapi situasi ini tanpa drama, tanpa ribut, dan tetap elegan.
Kalau kamu sedang berada di posisi ini, kamu bisa cross check kalimat penolakanmu dengan poin-poin di bawah yang sudah Cosmo rangkumkan. Check list!
Mantan Mengajak Balikan? Ini Cara Menolak Balikan Tanpa Drama!

1. Jujur, tapi tetap lembut
Kejujuran itu penting, tapi cara menyampaikannya juga tidak kalah penting.
Kamu bisa bilang bahwa kamu menghargai kenangan yang pernah ada, tapi sekarang sudah berada di fase hidup yang berbeda.
Menolak dengan lembut membantu menjaga suasana tetap damai dan tidak melukai perasaan lebih dalam.
2. Jawab singkat dan jelas
Kadang semakin panjang penjelasan, semakin besar peluang drama muncul. Jawaban yang terlalu detail bisa membuka ruang debat atau harapan baru.
Kalimat sederhana seperti “Aku sudah move on dan tidak ingin kembali” sudah cukup.
Baca juga: Lagi Galau? Ini 7 Alasan Kenapa Balikan Tidak Selalu Jadi Solusi
3. Jangan mengungkit kesalahan lama
Walaupun hubungan dulu penuh masalah, tidak perlu membahas semua luka lama. Fokuslah pada keputusanmu sekarang, bukan pada siapa yang salah di masa lalu.
Mengungkit masa lalu hanya akan memicu emosi dan konflik yang tidak perlu.
4. Gunakan kalimat berbasis perasaan
Pilih kata-kata yang menggambarkan perasaanmu tanpa menyalahkan.
Contohnya, “Aku merasa lebih tenang sekarang menjalani hidup sendiri” daripada “Kamu selalu bikin aku sakit hati.”
Cara ini membuat penolakan terasa lebih dewasa. Dan yang terpenting, jangan membalas saat emosi memuncak.
Kalau kamu merasa baper atau kesal, beri waktu sebelum menjawab. Balasan yang tenang jauh lebih efektif daripada respon impulsif.
Baca juga: Cara Berdamai dengan Hubungan yang Tidak Bisa Kembali
5. Pasang batasan dengan halus
Jika ia terus memaksa atau menghubungi berulang kali, kamu berhak meminta jarak. Tidak perlu marah, cukup tegas.
Batasan adalah bentuk menjaga kesehatan emosionalmu.
6. Hargai masa lalu, tapi tutup babnya
Kamu bisa mengakui bahwa hubunganmu pernah indah tanpa harus kembali ke dalamnya.
Menghargai masa lalu bukan berarti harus mengulangnya. Ingat kembali alasan kenapa kalian putus ya, girls.
Apalagi kalau mantan datang dengan versi yang lebih baik. Itu alasan kenapa hubungan itu tidak berhasil.
Baca juga: Tidak Perlu Terlalu Serius, Ini 7 Pertanyaan Lucu untuk Deep Talk dengan Pasangan!
7. Hindari memberi harapan palsu
Jawaban yang terlalu manis atau ambigu bisa membuat mantan mengira masih ada peluang. Tetap hangat, tapi jelas dengan keputusanmu.
Terakhir, kamu bisa mengakhiri obrolan dengan harapan baik untuk menunjukkan kedewasaan dan membantu menutup cerita dengan damai.

Jadi, menolak mantan tanpa drama bukan tentang menjadi dingin atau kejam, tapi tentang memilih kedamaian daripada mengulang luka lama. Kamu berhak memilih hubungan yang lebih sehat, lebih tenang, dan lebih menghargai dirimu.
Tidak semua cerita lama perlu dibuka kembali bukan, girls?
So, whatever you’re facing right now, good luck, Cosmo babes~
(Fishya Elvin/Images: Mikhail Nilov, Thirdman, and Tima Miroshnichenko on Pexels)