Relapse in Relationship Artinya Apa?

Redaksi 21 Apr 2026

Cosmo yakin kamu sudah sering mendengar tentang istilah ‘relapse in relationship’. Well, istilah relapse sebelumnya kerap digunakan di dunia medis, namun kini istilah tersebut juga sering disebutkan dalam konteks mengenai hubungan percintaan, Dear.

Namun, apa sebenarnya arti relapse in relationship itu? Dan bagaimana cara mengatasinya? Cosmo telah merangkum jawabannya untukmu berikut ini, Babes~

Relapse in Relationship Artinya Apa? Ini Jawabannya!

Relapse in relationship artinya apa

So, relapse in relationship artinya apa? Dalam konteks percintaan, relapse in relationship merujuk kepada kondisi seseorang yang berusaha move on atau melupakan cinta masa lalu mereka setelah putus, namun secara tidak terduga kembali terjebak kepada perasaan atau kebiasaan lama yang membuat orang tersebut sulit melupakan.

Hal ini juga cenderung berakhir pada kondisi seseorang yang semakin sulit move on dan sulit beranjak dari kenangan masa lalu, Babes.

Relapse dalam konteks hubungan juga bisa terjadi seperti di momen-momen seseorang ingin menghubungi kembali mantannya, merasa ingin kembali ke masa lalu setelah tidak sengaja melihat album kenangan lama, hingga merasa rindu dengan pasangan yang membuat mereka sulit untuk move on.

Layaknya suatu penyakit fisik yang bisa ‘kambuh’ sewaktu-waktu, relapse dalam hubungan juga bisa terjadi kapan saja dan pada siapa saja, bahkan mereka yang telah melupakan mantan dan hubungan percintaan di masa lalu.

Cara Agar Tidak ‘Relapse’ Setelah Putus Cinta

Well, fase-fase ‘kambuh’ mengingat masa lalu usai putus cinta terkadang menjadi salah satu hal yang sulit dihindari, Dear. Namun, kamu tidak sendirian, karena setiap orang memang memiliki cara masing-masing setelah menghadapi pahitnya putus cinta.

Berikut ini Cosmo juga telah merangkum beberapa cara agar kamu tidak relapse setelah putus cinta. Cheer up, Cosmo Babes!

Berikan Dirimu Waktu untuk Bersedih

Banyak orang cenderung membangun tembok emosional setelah putus cinta, tetapi menahan emosi dapat menyebabkan dirimu meledak dan berpotensi relapse di kemudian hari. 

Wajar untuk merasa sakit hati, sedih, tidak aman, dan dikhianati setelah putus cinta, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah membiarkan dirimu bersedih. 

Putus cinta adalah sebuah kehilangan, Dear. Luangkan waktu untuk menangis dan meratapi berakhirnya hubungan selama beberapa hari, namun setelah periode ini, kamu bisa mulai melangkah maju.

Kejujuran emosional ini adalah kunci untuk mencegah relapse in relationship yang terkait dengan perasaan terpendam atau rasa bersalah. 

Kelilingi Dirimu dengan Support System

Support system sangat penting untuk pemulihan secara umum, dan sekelompok teman serta anggota keluarga yang terpercaya dapat membantumu pulih dari putus cinta. 

Hubungi orang-orang yang tidak mengingatkanmu pada mantan dan yang dapat membantu membangkitkan semangat di saat dibutuhkan. Hubungi orang-orang yang kamu kenal yang akan mendengarkanmu dan yang dapat membantumu menangkis keinginan untuk relapse.

Jika kamu kesulitan menemukan sistem dukungan yang baik, hubungi terapis atau konselor. Berbicara dengan seorang profesional dapat membantumu menemukan strategi sehat untuk mengatasi emosi kuat yang terkait dengan pemulihan dan putus cinta.

Memiliki terapis atau penyedia perawatan jangka panjang selama masa ini dapat mencegah terbentuknya pola kambuh kronis dalam situasi yang penuh emosi, Girls.

Luangkan Waktu untuk Memanjakan Diri

Saat kamu mengalami putus cinta dan merasakan emosi yang kuat, kamu perlu meluangkan waktu untuk memanjakan diri.

Pesan beberapa makanan favorit, pergi ke spa, tonton acara televisi favorit, dan luangkan satu atau dua hari untuk fokus pada diri sendiri dan hal-hal yang membuatmu bahagia.

Ini akan membantu kamu beristirahat dari situasi usai putus cinta dan fokus pada kesenangan diri sendiri. Momen-momen self-care ini membantu menghindari kerentanan emosional yang sering menyebabkan kambuh dalam hubungan atau kecanduan kronis.

Olahraga Secara Teratur

Setelah putus cinta, kita bisa jatuh ke dalam depresi berat dan gagal merawat diri sendiri, termasuk berolahraga secara teratur, Babes.

Namun, aktivitas fisik dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres secara alami. Oleh karena itu, pastikan untuk berolahraga setidaknya sekali sehari selama 30 menit.

Well, kamu tidak perlu pergi ke gym untuk berolahraga setiap hari. Cobalah aktivitas seperti pergi mendaki, berlari di sekitar rumah, atau mengunjungi kolam renang terdekat untuk berenang beberapa putaran. 

Jika kamu kesulitan keluar rumah, kamu bisa berjalan kaki ringan dan olahraga di rumah. Mempertahankan rutinitas dapat membantu melindungi pemulihanmu dari relapse yang terkait dengan suasana hati yang buruk atau penarikan diri dari dinamika hubungan atau persahabatan.