5 Buku yang Cocok untuk Usia 20-an
Usia 20-an merupakan fase peralihan dari remaja ke dewasa muda yang tidak selalu mudah bagi setiap orang.
Di usia ini, ada banyak orang yang masih belum memahami apa yang diinginkan dalam hidup, mengalami berbagai struggle dalam kehidupan sehari-hari, bingung mengenai arah tujuan hidup, dan masih banyak lagi.
Untuk kamu yang merasa ‘lost’ dan membutuhkan teman, beberapa buku berikut ini sangat cocok kamu baca sebagai salah satu penyemangat dan sumber kekuatan dalam menjalani usia 20-an.
Rekomendasi 5 Buku yang Cocok untuk Usia 20-an
So, berikut ini Cosmo akan memberikan rekomendasi buku yang cocok untuk usia 20-an. Happy reading, Cosmo Babes~
1. Conversations on Love oleh Natasha Lunn

First thing first, Cosmo sarankan kamu yang berusia 20-an membaca Conversations on Love karya Natasha Lunn. Well, meskipun buku ini membicarakan tentang ‘cinta’, namun konsep tersebut tidak terbatas pada cinta terhadap pasangan saja.
Jurnalis Natasha Lunn menghubungi berbagai narasumber mulai dari penulis hingga psikolog untuk menemukan jawaban mengenai permasalahan dan konsep cinta itu sendiri terhadap keluarga, teman, dan masih banyak lagi.
Melalui buku non-fiksi ini, Natasha Lunn akan mengajak kamu untuk lebih berpikiran terbuka dan memahami bahwa setiap cinta yang dirasakan seseorang bisa melahirkan beragam definisi yang berbeda pula.
2. Dear Dolly oleh Dolly Alderton

Hampir serupa dengan Conversations on Love, Dear Dolly karya Dolly Alderton merupakan buku non-fiksi yang berisi kumpulan pertanyaan, jawaban, dan opini mengenai percintaan, keluarga, pertemanan, hingga body issues yang dialami oleh berbagai orang.
Buku ini ditulis dalam format penulisan kolom yang telah aktif dibuat oleh Dolly Alderton di The Sunday Times, Dear. Orang-orang yang mengirimkan email pertanyaan mengenai berbagai hal kepada Dolly Alderton kemudian akan mendapatkan jawaban dan saran dari sang penulis.
3. When Things Don’t Go Your Way oleh Haemin Sunim

Satu lagi buku non-fiksi yang cocok untuk kamu yang berusia 20-an, yakni When Things Don’t Go Your Way karya Haemin Sunim.
Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi seorang biksu bernama Haemin Sunim yang bisa membantu kamu ‘menavigasi’ hidup yang dipenuhi tantangan. Seperti judulnya, When Things Don’t Go Your Way akan mengajak kamu untuk melihat sisi lain dari penolakan, kesepian, konflik, atau ketidakpastian dalam hidup.
Selain bercerita mengenai pengalaman Haemin Sunim, buku ini juga dipenuhi oleh kutipan-kutipan heartwarming yang bisa menenangkan pikiran, lho~
4. What You Are Looking For Is in the Library oleh Michiko Aoyama

Next, ada buku fiksi berjudul What You Are Looking For Is in the Library karya Michiko Aoyama. Buku ini berisi 5 cerita berbeda mengenai orang-orang yang mengalami struggle berbeda dalam hidupnya, Babes.
Mulai dari pekerja yang merasa stuck dengan pekerjaannya, pekerja kantoran yang sulit mewujudkan impiannya membuka toko, working mom yang kecewa karena dipindahkan ke divisi lain setelah melahirkan, dan masih banyak lagi.
Cerita-cerita yang sederhana namun relate dengan kehidupan sehari-hari membuat buku ini sangat comforting, terutama untuk kamu yang merasa seolah kehilangan arah mengenai kehidupan yang penuh misteri di masa mendatang.
5. Book’s Kitchen oleh Kim Jee Hye

Book’s Kitchen atau yang dikenal juga dengan judul Soyang-ri Book’s Kitchen karya Kim Jee Hye merupakan buku fiksi yang menghadirkan 7 cerita berbeda, namun karakter-karakternya masih saling terhubung, Babes.
Cerita diawali dengan sosok Yujin yang menjual perusahaan rintisannya dan memulai kehidupan baru dengan membuka kafe sekaligus toko buku bernama Soyang-ri’s Book Kitchen.
Book cafe tersebut dikelilingi pegunungan dan danau yang menenangkan, serta menjadi tempat orang-orang saling bertukar cerita dan mengistirahatkan hati yang kacau untuk bisa menemukan kedamaian kembali dalam hidup.