Rekomendasi Buku Penulis Perempuan tentang Cinta dan Kehidupan
Cosmo babes, kamu pasti merasakan deh ada sesuatu yang berbeda saat perempuan menulis cerita mereka sendiri.
Lebih jujur, lebih intim, kadang terasa seperti membaca isi hati yang selama ini tidak pernah diucapkan dengan lantang.
Dari keresahan identitas, tekanan sosial, sampai luka yang terlalu dalam untuk dijelaskan, buku-buku ini membawa perspektif yang terasa nyata dan dekat.
Kalau kamu lagi ingin membaca sesuatu yang bukan hanya cerita ‘bagus’, tapi juga menggugah, 5 buku dari penulis perempuan ini wajib masuk reading list kamu.
Yuk, simak rekomendasi buku Cosmo di bawah ini!
1. The Bell Jar oleh Sylvia Plath

The Bell Jar mengikuti kehidupan Esther Greenwood, seorang perempuan muda yang terlihat memiliki segalanya. Mulai dari pintar, berbakat, hingga kelihatan punya masa depan cerah.
Akan tetapi, di balik itu, ia merasa terjebak dalam tekanan ekspektasi dan perlahan tenggelam dalam depresi.
Buku ini terasa sangat personal karena memang terinspirasi dari kehidupan Sylvia Plath sendiri. Cara penulisannya tajam, jujur, dan kadang terasa sunyi.
Membacanya seperti masuk ke dalam pikiran seseorang yang sedang berjuang dengan dirinya sendiri.
Buku ini bukan hanya tentang kesehatan mental, tapi juga tentang bagaimana dunia sering kali tidak memberi ruang bagi perempuan untuk merasa tidak baik-baik saja. Kalau kamu relate dengan situasi ini, Cosmo saranin kamu untuk baca deh, girls.
Baca juga: Suka ‘Wuthering Heights’? Ini Deretan Novel Klasik yang Harus Kamu Baca!
2. A Room of One’s Own oleh Virginia Woolf

Buku ini bukan novel, melainkan esai panjang yang membahas satu pertanyaan sederhana tapi powerful, yaitu “Apa yang dibutuhkan perempuan untuk bisa menulis?”
Jawabannya adalah uang dan ruang sendiri.
Virginia Woolf dengan cerdas mengupas bagaimana sistem sosial dan ekonomi selama berabad-abad membuat perempuan sulit berkarya. Ia menulis dengan gaya yang puitis, reflektif, tapi tetap tajam.
Buku ini akan membuka mata kamu tentang privilege, kesempatan, dan bagaimana suara perempuan sering kali teredam, tanpa kita sadari!
3. Kim Jiyoung, Born 1982 oleh Cho Nam-joo

Kisah Kim Jiyoung mungkin terlihat sederhana, yaitu bagaimana seorang perempuan biasa hidup di Korea Selatan. Nah, justru di situlah kekuatannya.
Dari kecil hingga dewasa, kita melihat bagaimana ia menghadapi bias gender yang rasanya mungkin remeh, tapi terus-menerus terjadi.
Buku ini tidak dramatis maupun berlebihan. Karena itu, rasanya jadi lebih nyata sampai relatable.
Baca deh, dan mungkin kamu akan menyadari bahwa banyak pengalaman perempuan yang dianggap normal, padahal sebenarnya adalah bentuk ketidakadilan yang sudah terlalu lama dinormalisasi atau diterima.
Baca juga: Suka Buku Keigo Higashino? Ini Dia Penulis Buku Misteri Lain yang Harus Kamu Baca…
4. A Little Life oleh Hanya Yanagihara

Yup, kamu mungkin sudah pernah lihat cover-nya dan kamu tahu ini bukanlah bacaan yang ringan.
A Little Life mengikuti empat sahabat di New York, tapi fokus utamanya ada pada Jude, karakter dengan masa lalu yang penuh trauma dan luka mendalam.
Ceritanya panjang, emosional, dan kadang terasa sangat berat. Namun, di balik semua itu, ada eksplorasi tentang persahabatan, cinta, dan bagaimana seseorang bertahan hidup meski merasa hancur.
Buku ini akan membuatmu merasakan segalanya dan mengingatkan bahwa di balik setiap orang, ada cerita yang mungkin tidak pernah kita lihat.
5. Ghosts oleh Dolly Alderton

Berbeda dari bacaan lain yang sudah Cosmo rekomendasikan di atas, Ghosts terasa lebih modern dan ringan.
Nina, tokoh utamanya, menjalani hidup sebagai perempuan 30-an di London, mencoba memahami cinta, karier, dan arti ‘menjadi dewasa’.
And of course… menghadapi fenomena ghosting yang painfully real.
Buku ini tidak hanya tentang romansa, tapi juga tentang persahabatan, keluarga, dan rasa kesepian yang sering datang diam-diam. Kalau kamu butuh bacaan yang mengisahkan potret jujur kehidupan perempuan modern, kamu harus baca Ghosts.
Baca juga: A Must Read! Ini Rekomendasi Buku Best Seller yang Menyayat Hati
So, girls, 5 buku ini mungkin berbeda genre dan gaya, tapi punya satu benang merah yang sama, yaitu suara perempuan yang jujur dan berani.
Mereka tidak selalu nyaman untuk dibaca, karena terkadang terasa berat, terjadang juga terlalu dekat dengan realita.
Happy reading, Cosmo babes~
(Fishya Elvin/Images: Thới Nam Cao from Pexels and Goodreads)