Ketahui Tipe Kantong Mata Kamu dan Penyebabnya!
Cosmo babes, pernah merasa wajah terlihat lebih lelah, tua, atau kurang segar meskipun sudah tidur cukup?
Bisa jadi penyebabnya bukan karena kurang istirahat, melainkan kantong mata yang mulai muncul.
Kantong mata merupakan salah satu masalah kecantikan yang cukup umum dialami banyak orang.
Menariknya, tidak semua kantong mata memiliki penyebab yang sama. Ada yang muncul karena faktor usia, kurang tidur, hingga kondisi genetik yang memang diturunkan dalam keluarga.
Karena penyebabnya berbeda-beda, cara mengatasinya pun tidak selalu sama. Yuk, kenali tipe kantong mata yang kamu miliki agar kamu bisa menghindari penyebabnya!
Baca juga: 8 Kesalahan Cuci Muka yang Sering Dilakukan
Ketahui Tipe Kantong Mata Kamu dan Penyebabnya!
1. Blue tone, kantong mata akibat kurang tidur

Ini adalah tipe kantong mata yang paling sering dialami, terutama oleh para night owl atau mereka yang memiliki jadwal tidur tidak teratur.
Ketika tubuh kurang istirahat, pembuluh darah di area bawah mata bisa kekurangan oksigen yang menyebabkan area tersebut berwarna kebiruan. Selain itu, kantong mata jenis ini juga bisa diakibatkan oleh alergi maupun stres!
Biasanya, tipe kantong mata ini akan membaik setelah mendapatkan waktu tidur yang cukup dan berkualitas.
2. Purple tone, kantong mata akibat penuaan

Saat mengalami penambahan usia, lapisan kulit bisa menipis, apalagi di bagian mata. Area bawah mata yang sedari awal sudah tipis (apalagi kalau genetis) jadi semakin terlihat keunguan ketika bertambah tua.
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin dalam kulit mulai menurun. Akibatnya, kulit di sekitar mata menjadi lebih tipis dan kehilangan kekencangannya.
Selain itu, bantalan lemak yang berada di bawah mata dapat bergeser ke bawah sehingga membentuk kantong mata yang lebih permanen.
Tipe ini merupakan bagian alami dari proses penuaan dan biasanya mulai terlihat lebih jelas setelah usia 30 atau 40 tahun.
Kalau kamu menyadari bahwa kantong mata kamu terlihat terus-menerus, disertai garis halus atau kerutan, apalagi tidak banyak berubah meski sudah tidur cukup…
Kantong mata kamu bisa masuk ke kategori yang satu ini, girls.
Oleh karena itu, kamu bisa mengakalinya dengan rajin menggunakan eye cream atau skincare dengan kandungan retinol.
Baca juga: Skin Barrier Kamu Rusak? Ini Penyebab yang Sering Dilakukan Tanpa Sadar
3. Brown or yellow tone, kantong mata akibat hiperpigmentasi

Salah satu karakteristik kantong mata ini adalah ketika kamu mencoba untuk stretch area kantong mata, warnanya tidak berubah.
Tipe kantong mata ini umumnya terjadi karena faktor genetik, ataupun paparan sinar matahari dan hiperpigmentasi.
Karena area bawah mata memiliki lapisan kulit paling tipis, maka lebih mudah juga kulit terbakar matahari.
Oleh karena itu, untuk mengatasinya, kamu wajib menggunakan sunscreen dan coba deh skincare dengan kandungan niacinamide yang fungsinya untuk mencerahkan.
Good luck, Cosmo babes!
4. Hollow shadow, kantong mata karena faktor genetik

Kalau kamu merasa kantong mata sudah muncul sejak usia muda, bahkan ketika pola tidur cukup baik, bisa jadi faktor genetik berperan.
Beberapa orang memang mewarisi struktur wajah tertentu yang membuat area bawah mata tampak lebih menonjol atau memiliki kantong mata yang lebih jelas.
Tipe ini sering kali sulit dihilangkan sepenuhnya karena berkaitan dengan anatomi wajah.
Kalau anggota keluarga memiliki kondisi serupa dan tidak banyak berubah meskipun gaya hidup sehat, bisa jadi kamu masuk ke kategori yang ini, girls.
Baca juga: Jangan Sampai Kulit Dehidrasi Ketika Puasa, Ini Tipsnya!
So, girls, tidak semua kantong mata tercipta karena alasan yang sama. Ada yang disebabkan oleh kurang tidur, faktor usia, genetik, alergi, hingga kebiasaan sehari-hari yang tanpa sadar sering kita lakukan.
Dengan memahami tipe kantong mata yang kamu miliki, kamu bisa menentukan langkah perawatan yang lebih tepat dan realistis.
Karena terkadang, solusi terbaik bukan sekadar menutupinya dengan concealer, tetapi memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi pada tubuh dan kulit kita.
(Fishya Elvin/Images: Polina on Pexels and Pinterest)