Cara Ampuh Mengatasi Bruntusan di Jidat
Cosmo babes, mungkin kamu baru saja menemukan fakta bahwa jidat yang terlihat mulus bisa tiba-tiba terasa kasar dan bertekstur ketika diraba? Selamat datang di klub bruntusan.
Masalah kulit satu ini memang tidak separah jerawat meradang, tapi tetap membuat siapapun tidak nyaman.
Apalagi kalau sudah kelihatan saat pakai foundation tipis atau bare-faced look…
Bruntusan atau bintik-bintik kecil yang muncul di area dahi ini sebenarnya sangat umum terjadi, dan kabar baiknya ini bisa diatasi kok, babes!
Sebelum langsung borong produk baru, yuk kenali dulu penyebabnya supaya penanganannya juga tepat sasaran.
Kenapa Jidat Gampang Bruntusan?

Area dahi termasuk zona yang paling banyak kelenjar minyaknya dibandingkan area wajah lain.
Hal ini membuat pori-pori di jidat lebih rentan tersumbat oleh campuran minyak berlebih, sel kulit mati, dan kotoran.
Belum lagi kalau kamu sering pakai poni, hijab, topi, atau bandana nih, girls. Gesekan dan penumpukan keringat di area tersebut bisa semakin memperparah kondisinya.
Faktor lain seperti fluktuasi hormon menjelang menstruasi, stres, produk rambut yang mengenai dahi, sampai skincare yang tidak cocok juga ikut berperan.
Jadi, bruntusan bukan cuma soal kurang rajin cuci muka. Kalau kamu salah satu orang yang mengalami hal ini, yuk, kita bahas cara ampuh mengatasinya.
Cara Ampuh Mengatasi Bruntusan di Jidat

1. Double cleansing setiap malam, jangan sampai skip!
Ini langkah paling basic tapi paling sering diremehkan. Kalau kamu aktif pakai sunscreen, makeup, atau sekadar keluar rumah dan berkeringat, membersihkan wajah hanya dengan facial wash saja tidak cukup.
Minyak, sisa produk, dan kotoran yang menempel butuh dua tahap pembersihan. Mulai dengan micellar water atau cleansing oil untuk mengangkat lapisan pertama kotoran, lalu lanjutkan dengan facial wash yang lembut.
Lakukan rutin setiap malam tanpa pengecualian, karena tidur dengan wajah tidak bersih sama saja dengan membiarkan pori-pori tersumbat semalaman.
Baca juga: Manfaat Kandungan Kombucha dalam Skincare
2. Eksfoliasi dengan AHA atau BHA secara rutin
Bruntusan sering muncul karena penumpukan sel kulit mati yang menyumbat pori-pori.
Solusinya? Tentu saja eksfoliasi.
Nah, tapi perlu dicatat, ini bukan berarti kamu harus eksfoliasi dengan scrub kasar yang malah bisa melukai kulit ya, girls. Cosmo sarankan kamu pilih chemical exfoliator.
Produk dengan kandungan AHA (alpha hydroxy acid) bekerja di permukaan kulit untuk mengangkat sel kulit mati, sementara BHA seperti salicylic acid bekerja lebih dalam ke dalam pori-pori untuk membersihkan sumbatan dari dalam.
Gunakan produk eksfoliasi maksimal dua kali seminggu di malam hari, dan jangan lupa selalu pakai sunscreen keesokan harinya karena kulit jadi lebih sensitif terhadap matahari setelah eksfoliasi.
3. Cek ulang produk yang kamu pakai
Kadang bruntusan bukan muncul karena kulit kamu bermasalah, tapi karena ada produk yang justru menyumbat pori.
Pelembap, sunscreen, sampai alas bedak dengan tekstur berat atau bahan tertentu bisa jadi pemicunya, terutama kalau tidak berlabel non-comedogenic.
Produk rambut seperti hair spray atau dry shampoo yang mengenai dahi juga bisa jadi sumber masalah yang sering luput dari perhatian.
Coba perhatikan apakah bruntusan muncul setelah kamu mulai pakai produk baru. Kalau iya, itu sinyal untuk berhenti dan beralih ke produk yang lebih ringan dan sesuai tipe kulit.
Baca juga: Apakah Mengonsumsi Telur Menyebabkan Jerawat?
4. Jaga kebersihan hal-hal yang menyentuh jidat
Ini sering banget diabaikan. Sarung bantal menyimpan minyak, keringat, dan bakteri yang bisa berpindah ke kulit wajah saat kamu tidur, jadi pastikan menggantinya minimal seminggu sekali.
Begitu juga dengan topi, bandana, hijab, atau kain pelapis helm yang sering bersentuhan langsung dengan area jidat.
Selain itu, kebiasaan menyentuh jidat dengan tangan yang belum dicuci juga diam-diam bisa memperparah bruntusan karena tangan menjadi salah satu media paling mudah untuk memindahkan bakteri ke wajah.
5. Perhatikan pola makan dan kelola stres
Ini bukan mitos. Makanan dengan kandungan gula tinggi dapat memicu lonjakan insulin yang memengaruhi produksi minyak di kulit. Hasilnya, pori-pori lebih mudah tersumbat.
Selain itu, stres juga punya peran serupa! Saat tubuh stres, hormon kortisol meningkat dan merangsang kelenjar minyak menjadi lebih aktif.
Jadi, selain perawatan dari luar, jangan lupa rawat juga dari dalam. Kurangi makanan manis berlebihan, perbanyak minum air putih, dan cari cara untuk mengelola stres, entah itu olahraga, journaling, atau sekadar tidur cukup.
Baca juga: Manfaat Kandungan Benzolac untuk Jerawat
So, girls, bruntusan di jidat itu umum, tapi bukan berarti harus dibiarkan.
Kuncinya adalah kombinasi antara kebersihan yang konsisten, eksfoliasi rutin, dan produk yang tepat untuk tipe kulitmu.
Kalau bruntusan sudah dicoba berbagai cara tapi tidak kunjung hilang dalam beberapa minggu, itu tanda untuk konsultasi ke dokter kulit, karena bisa jadi ada faktor lain seperti hormonal yang perlu penanganan lebih spesifik.
Try it out, Cosmo babes!
(Fishya Elvin/Images: Tomris🇹🇷, Pavel Danilyuk, and cottonbro studio on Pexels)