Kesalahan Saat Menyimpan Softlens yang Membuat Mata Iritasi

Redaksi 2 26 Jun 2026

Cosmo babes, kamu pernah mengalami mata merah, perih, sampai berair setelah pakai softlens?

Sebelum langsung menyalahkan produknya, coba cek dulu cara kamu menyimpannya. Ternyata, banyak banget pengguna softlens yang tanpa sadar melakukan kebiasaan keliru saat menyimpan lensa kontak mereka.

Hal-hal sepele inilah yang justru menjadi sumber masalah hingga mata iritasi. Padahal, softlens-nya tidak bermasalah sama sekali.

Yuk, kenali satu per satu kesalahan yang mungkin selama ini kamu lakukan, supaya mata tetap sehat dan nyaman setiap kali pakai softlens.


Kesalahan Saat Menyimpan Softlens yang Membuat Mata Iritasi


1. Tidak mengganti cairan setiap pakai

Ini kesalahan paling umum dan paling sering dianggap remeh.

Banyak yang berpikir kalau cairan di wadah softlens masih jernih dan kelihatan bersih, berarti masih aman dipakai lagi di kali berikutnya.

Padahal, cairan pembersih softlens yang sudah dipakai sudah mengandung kotoran, bakteri, dan protein yang terlepas dari lensa, bahkan kalau tidak kelihatan dengan mata telanjang.

Memakai ulang cairan yang sama tanpa menggantinya sama saja dengan merendam softlens dalam air yang sudah terkontaminasi.

Wajib hukumnya ganti cairan pembersih setiap kali kamu menyimpan softlens kembali, tanpa pengecualian.


2. Mengisi ulang cairan tanpa membersihkan wadahnya terlebih dulu

Masih soal cairan, ada kebiasaan lain yang tidak kalah berbahaya, yaitu menuang cairan baru di atas sisa cairan lama yang ada di wadah.

Kebiasaan ini terkesan praktis, tapi sebenarnya kamu hanya mengencerkan kontaminan yang sudah ada, tidak membersihkannya.

Cairan pembersih yang baru jadi kurang efektif karena sudah tercampur dengan bakteri dan kotoran dari sisa cairan sebelumnya.

Caranya yang benar adalah buang habis sisa cairan lama, bilas wadah dengan cairan bersih yang baru, baru isi ulang dengan cairan segar.

Baca juga: Cara Ampuh Mengatasi Bruntusan di Jidat


3. Menyimpan softlens dengan air biasa

Satu hal yang wajib kamu tahu adalah, softlens tidak boleh bersentuhan dengan air biasa, baik air keran, air mineral, maupun air rebusan sekalipun.

Air yang tidak steril bisa mengandung mikroorganisme berbahaya, salah satunya parasit bernama Acanthamoeba yang bisa menyebabkan infeksi kornea serius.

Kondisi ini memang tergolong langka, tapi dampaknya sangat berbahaya dan bisa berujung pada kebutaan kalau tidak segera ditangani.

Satu-satunya cairan yang aman untuk menyimpan dan membersihkan softlens adalah larutan khusus yang memang diformulasikan untuk lensa kontak.


4. Jarang membersihkan dan mengganti wadah softlens

Wadah softlens terlihat kecil dan sederhana, tapi jangan salah, benda ini bisa jadi sarang bakteri kalau tidak dirawat dengan benar.

Setiap kali kamu menyimpan softlens, bakteri dan kotoran yang ada di tangan atau lensa bisa berpindah ke wadah.

Kalau wadah tidak rutin dibersihkan, penumpukan bakteri ini bisa menginfeksi lensa dan akhirnya mata kamu.

Jadi, jangan lupa untuk bilas dan bersihkan wadah dengan cairan pembersih softlens setiap kali kamu menggunakan softlens ya, bukan dengan air biasa.

Selain itu, ganti wadah softlens minimal setiap tiga bulan sekali, atau lebih cepat kalau sudah terlihat kusam, retak, atau berbau.

Baca juga: Manfaat Kandungan Kombucha dalam Skincare


5. Menyimpan softlens di tempat yang terkena panas atau sinar matahari langsung

Wadah softlens idealnya disimpan di tempat yang bersih, sejuk, dan tidak terkena paparan sinar matahari langsung. Hal ini dikarenakan suhu tinggi bisa merusak struktur cairan pembersih dan menurunkan efektivitasnya dalam menjaga kebersihan lensa.

Dalam beberapa kondisi, panas juga bisa mempengaruhi bentuk lensa itu sendiri sehingga saat dipakai kembali, softlens terasa tidak pas dan justru menggores kornea.

Hindari menyimpan wadah softlens di pinggir jendela, dalam mobil, atau di kamar mandi yang lembap dan berubah-ubah suhunya.


6. Tidak mencuci tangan sebelum memasukkan softlens ke wadah

Kamu mungkin sudah tahu bahwa cuci tangan itu penting sebelum memasang softlens ke mata.

Tapi, bagaimana sebelum melepas dan menyimpan softlens ke dalam wadahnya? Itu pun sama pentingnya.

Tangan yang kotor setelah beraktivitas seharian membawa banyak bakteri yang bisa langsung berpindah ke lensa saat kamu menyentuhnya, dan bakteri itu akan ikut tersimpan bersama softlens hingga keesokan harinya.

Selalu cuci tangan dengan sabun tanpa pewangi dan keringkan dengan kain bersih sebelum menyentuh softlens, baik saat memasang maupun melepasnya.

Baca juga: Manfaat Kandungan Benzolac untuk Jerawat 


7. Memakai softlens melebihi waktu yang dianjurkan

Setiap softlens punya masa pakai yang sudah ditentukan. Ada yang harian, bulanan, bahkan tahunan.

Batas waktu ini bukan sekadar aturan formalitas, tapi memang dirancang sesuai ketahanan material lensanya.

Semakin lama softlens dipakai melewati batas yang dianjurkan, semakin banyak kotoran, protein, dan bakteri yang menumpuk di permukaannya, dan semakin besar risiko iritasi hingga infeksi.

Softlens harian yang dipakai dua hari, atau softlens bulanan yang dipakai hingga tiga bulan, bisa membuat mata terasa perih, kering, dan merah meski kamu sudah merawatnya dengan rajin.

Jadi, kalau softlens kamu sudah melewati masa pakainya, buang dan ganti dengan yang baru ya, girls. Tidak ada alasan untuk berhemat soal kesehatan mata.


8. Memakai softlens saat tidur, berenang, atau mandi

Tiga situasi ini adalah kombinasi paling berbahaya bagi pengguna softlens.

Saat tidur, mata membutuhkan lebih banyak oksigen karena kelopak mata tertutup, dan softlens yang masih terpasang akan menghalangi aliran oksigen ke kornea, meningkatkan risiko infeksi serius seperti keratitis.

Saat berenang atau mandi, softlens bisa menyerap air kolam atau air keran yang mengandung bakteri, jamur, bahkan parasit berbahaya seperti Acanthamoeba.

Softlens yang sudah terkontaminasi air ini tidak boleh langsung dibuang ke wadah untuk dipakai lagi, jadi kamu harus langsung buang untuk softlens harian, atau sterilkan semalaman menggunakan cairan pembersih untuk softlens bulanan.

Kalau kamu butuh visibilitas saat berenang, pilihan paling aman adalah memakai kacamata renang dengan lensa koreksi.



So, girls, iritasi mata akibat softlens sering kali bukan karena produknya yang bermasalah, tapi karena kebiasaan penyimpanan yang kurang tepat.

Kalau mata tetap terasa tidak nyaman meski sudah melakukan semua langkah dengan benar, itu saatnya konsultasi ke dokter mata.


(Fishya Elvin/Images: Nataliya Vaitkevich on Pexels)