Bersihkan Gigi Lebih Bersih, Ini Tips & Trick Oil Pulling!

Redaksi 2 27 Jun 2026

Cosmo babes, apakah kamu pernah dengar soal oil pulling?

Kalau kamu sering nonton konten wellness atau healthy lifestyle di media sosial, kemungkinan besar kamu sudah pernah mendengarnya.

Meskipun belakangan ramai diperbincangkan, sebenarnya oil pulling bukan tren baru sama sekali. Praktik ini sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu dalam tradisi pengobatan Ayurveda dari India.

Konsepnya sederhana, yaitu kamu berkumur dengan minyak selama beberapa menit untuk membantu membersihkan mulut dari bakteri, kotoran, dan racun.

Kedengarannya mungkin aneh, tapi banyak yang sudah membuktikan manfaatnya. Mulai dari gigi yang terasa lebih bersih, napas lebih segar, sampai gusi yang lebih sehat. 

Penasaran cara melakukannya dengan benar? Ini dia tips dan triknya!


Bersihkan Gigi Lebih Bersih, Ini Tips & Trick Oil Pulling!


1. Pilih minyak yang tepat

Tidak semua minyak cocok untuk oil pulling ya, girls!

Minyak yang paling umum dan direkomendasikan adalah minyak kelapa atau coconut oil. Selain rasanya lebih netral dan sedikit manis, minyak kelapa juga mengandung asam laurat yang punya sifat antibakteri alami.

Selain minyak kelapa, kamu juga bisa menggunakan minyak wijen atau sesame oil yang merupakan pilihan tradisional dalam praktik Ayurveda, atau minyak bunga matahari yang kita kenal sebagai sunflower oil.

Pilih minyak yang berkualitas baik dan cold-pressed untuk hasil yang lebih optimal ya, girls.

Baca juga: Rambut Kamu Suka Rontok? Ini Makanan yang Bisa Menguatkan Rambut 


2. Lakukan di pagi hari sebelum makan atau minum

Waktu terbaik untuk oil pulling adalah di pagi hari, sebelum kamu makan, minum, atau bahkan sikat gigi.

Hal ini dikarenakan selama tidur, bakteri di mulut berkembang biak. Nah, oil pulling di pagi hari membantu membersihkan semuanya sebelum kamu memulai aktivitas.

Usahakan jadikan ini bagian dari rutinitas pagi yang konsisten, misalnya sambil menunggu air panas untuk kopi atau mandi. Lakukan selama minimal 10-15 menit agar minyak bisa bekerja maksimal menjangkau sela-sela gigi dan gusi.


3. Jangan terlalu keras berkumur

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah berkumur terlalu keras dan terlalu cepat.

Kamu tidak perlu seperti sedang berkumur obat kumur biasa, cukup gerakkan minyak perlahan di dalam mulut, dorong dan tarik minyak di antara gigi secara santai.

Kalau terlalu keras, rahang dan otot pipimu bisa cepat pegal sebelum 10 menit selesai. Santai saja, anggap seperti meditasi pagi. Pelan, tenang, dan konsisten.

Minyaknya tetap akan bekerja dengan baik kok, meski gerakannya lembut~

Baca juga: 5 Manfaat Cuka Apel atau Apple Vinegar untuk Kulit 


4. Jangan ditelan!

Ini aturan paling penting dalam oil pulling yang wajib kamu ingat. Jangan pernah menelan minyaknya ya, Cosmo babes.

Setelah berkumur, minyak tersebut sudah penuh dengan bakteri dan kotoran yang berhasil ditarik keluar dari mulut dan sela-sela gigi. Menelannya justru akan membuat semua itu masuk kembali ke dalam tubuh.

Setelah selesai, buang minyak ke tempat sampah, bukan ke wastafel atau kloset, karena minyak bisa menyumbat pipa.

Setelah itu, bilas mulut dengan air bersih lalu lanjutkan sikat gigi seperti biasa.


5. Konsisten adalah kunci

Seperti kebanyakan rutinitas perawatan lainnya, oil pulling tidak akan langsung terasa hasilnya dalam sehari atau dua hari.

Kamu perlu melakukannya secara rutin, idealnya setiap hari atau minimal beberapa kali seminggu, untuk mulai merasakan perbedaannya.

Banyak orang mulai merasakan mulut yang lebih bersih dan napas yang lebih segar setelah dua hingga tiga minggu konsisten. Jadi, jangan menyerah terlalu cepat! Masukkan oil pulling ke dalam rutinitas pagimu dan biarkan hasilnya berbicara sendiri.

Baca juga: 8 Kesalahan Cuci Muka yang Sering Dilakukan 



So, girls, oil pulling adalah cara alami dan sederhana untuk meningkatkan kebersihan mulut yang sudah teruji sejak ribuan tahun lalu.

Kunci suksesnya ada di pilihan minyak yang tepat, konsistensi di pagi hari, gerakan berkumur yang santai, dan yang paling penting, jangan ditelan!

Mulai dari dua hingga tiga kali seminggu, lalu tingkatkan secara perlahan, dan rasakan sendiri bedanya~


(Fishya Elvin/Images: Towfiqu barbhuiya, Tara Winstead, and Jan van der Wolf on Pexels)