Deretan Bahan Aktif yang Wajib Dihindari oleh Pemilik Kulit Berjerawat
Bahan aktif atau active ingredients bisa ditemukan dalam berbagai produk skincare. Beberapa contoh bahan aktif yang populer yakni Niacinamide, Retinol, Vitamin C, Alpha Arbutin, dan masih banyak lagi.
Bahan-bahan aktif ini memiliki fungsi tertentu untuk sejumlah masalah kulit yang spesifik seperti mencerahkan kulit, mengatasi jerawat, mengatasi hiperpigmentasi, dan lainnya.
Meskipun hampir semua bahan skincare memiliki fungsi dan manfaat masing-masing, ternyata ada sejumlah bahan yang perlu dihindari oleh pemilik kulit berjerawat, Babes.
Hal ini karena bahan-bahan skincare tertentu bisa menyebabkan pori-pori tersumbat yang memperparah jerawat, atau menimbulkan breakout di kulit yang sudah berjerawat. Ouch!
Simak Deretan Bahan yang Wajib Dihindari oleh Pemilik Kulit Berjerawat

So, berikut ini Cosmo telah merangkum beberapa bahan yang wajib dihindari oleh pemilik kulit berjerawat. Simak, Babes!
Alkohol
First thing first, ada alkohol. FYI, alkohol bisa mengiritasi dan mengeringkan kulit karena menghilangkan minyak alami kulit.
Meskipun menghilangkan minyak mungkin tampak seperti hal yang baik bagi penderita jerawat, menghilangkan terlalu banyak minyak alami kulit justru akan mendorong tubuh untuk memproduksi sebum secara berlebihan, yaitu zat berminyak kekuningan yang dikeluarkan oleh pori-pori. Dan terlalu banyak sebum menyebabkan pori-pori tersumbat dan timbul jerawat.
Alkohol terdenaturasi adalah bahan umum dalam toner yang dijual bebas dan terkadang digunakan dalam perawatan jerawat.
Mineral Oil
Bahan yang satu ini sebaiknya dihindari untuk semua jenis dan kondisi kulit, bukan hanya kulit yang rentan berjerawat, Babes.
Menurut Environmental Working Group, mineral oil adalah campuran cair hidrokarbon yang diperoleh dari minyak bumi, dan mungkin merupakan racun atau alergen bagi sistem kekebalan tubuh manusia. Emolien kental ini, yang sering digunakan dalam minyak, pelembap, dan kosmetik, dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat kambuh.
Sebagai gantinya, kamu bisa mencari shea butter, terutama untuk area kulit kering dan mengelupas setelah jerawat. Shea butter memiliki peringkat comedogenic 0 dan membantu melembapkan serta meregenerasi kulit, serta merangsang produksi kolagen.
Silikon
Meskipun silikon bersifat non-comedogenic dan umumnya aman digunakan jika kamu tidak rentan terhadap jerawat, mereka yang menderita jerawat mungkin ingin menghindarinya.
Sering digunakan dalam primer dan BB cream, silikon mengisi garis-garis halus dan pori-pori untuk menciptakan tampilan yang halus. Karena silikon menciptakan lapisan tipis di atas kulit, ini berarti silikon dapat mengunci kotoran dan minyak.
Selain itu, silikon juga sulit dibersihkan, jadi kamu harus melakukan langkah tambahan dalam rutinitas pembersihan untuk memastikan kamu telah membilas silikon sepenuhnya. Sebagai gantinya, kamu bisa mencoba water based primer yang melembapkan namun ringan, dan memberikan efek matte sebagai dasar makeup yang merata dan tahan lama.
Sulfat
Sodium Lauryl Sulfate (SLS) adalah zat pembusa yang sering digunakan dalam sampo, pasta gigi, dan pembersih wajah. Siapa pun yang memiliki rambut yang diwarnai tahu bahwa sulfat akan menghilangkan warna rambut. Hal yang sama juga terjadi pada minyak alami kulit yang dapat mengiritasi kulit dan memicu jerawat.
Fragrance
Tidak mengandung pewangi atau fragrance adalah pilihan terbaik untuk kulit berjerawat. Meskipun pewangi membuat produk perawatan kulitmu beraroma harum, pewangi dapat mengiritasi kulit yang meradang (seperti jerawat aktif) atau kulit sensitif.
Bahkan, pewangi merupakan iritan utama untuk semua jenis kulit. Penelitian menunjukkan bahwa pewangi dalam produk perawatan kulit adalah salah satu penyebab paling umum dari sensitivitas dan reaksi kulit negatif lainnya.
Sebagai gantinya, periksa label untuk menemukan produk bebas pewangi, karena pewangi dapat tercantum di bawah banyak nama bahan yang berbeda, termasuk beberapa minyak esensial dan ekstrak tumbuhan yang beraroma.
Emolien Oklusif
Bahan oklusif umumnya memiliki konsistensi yang kaya dan kental sehingga tidak dapat menembus kulit tetapi membentuk lapisan kedua di atas lapisan kulitmu sendiri.
Bahan ini membantu mencegah hilangnya kelembapan dan melindungi kulit dari serangan eksternal, yang sangat efektif untuk kulit kering tetapi tidak untuk kulit berminyak.
Bahan oklusif hadir dalam bentuk petroleum jelly (petrolatum), minyak, silikon, dimetikon, lilin, dan lanolin. Beberapa contoh bahan oklusif yang dapat bisa temukan dalam produk perawatan kulit adalah minyak mineral, parafin, lilin lebah, asam lanolat, asam stearat, dan kaprilat trigliserida.