Ketahui Penyebab Jerawat di Dahi yang Sering Kita Abaikan

Redaksi 07 Aug 2026

Dahi merupakan salah satu area di kulit wajah yang cukup sering ditumbuhi jerawat. Kamu mungkin menebak-nebak bahwa penyebab jerawat di dahi akibat tipe rambut berponi yang dimiliki atau produksi minyak berlebih.

Meskipun faktor-faktor tersebut bisa menjadi pemicunya, namun ternyata ada sejumlah penyebab jerawat di dahi lainnya yang mungkin sering kita abaikan, Dear. Padahal, ini penting untuk diketahui agar kamu bisa terhindar dari jerawat di dahi, atau mengurangi risiko jerawat yang sudah ada menjadi lebih parah kondisinya.

Simak Penyebab Jerawat di Dahi yang Sering Kita Abaikan!

Penyebab jerawat di dahi yang sering kita abaikan

Well, berikut ini Cosmo telah merangkum beberapa penyebab jerawat di dahi yang sering kita abaikan. Here you go, Babes!

Hormon pubertas

First thing first, ada hormon pubertas. FYI, jerawat dapat menyerang orang dari segala usia, tetapi lebih umum terjadi pada remaja. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh hormon pubertas.

Selama pubertas, lonjakan kadar hormon meningkatkan produksi minyak yang dapat menyebabkan jerawat. Dahi merupakan salah satu lokasi paling umum untuk munculnya jerawat tahap awal ini, Girls.

Hormon stres

Well, meskipun stres tidak secara langsung menyebabkan jerawat, namun stres dapat memicu pelepasan kortisol, yaitu hormon stres.

Kortisol merangsang kelenjar sebaceous untuk menghasilkan lebih banyak minyak yang dapat menyebabkan pori-pori tersumbat. Hal ini juga nantinya bisa memicu jerawat, termasuk di area dahi.

Rambut dan produk rambut

Turns out, rambutmu juga bisa menjadi penyebab jerawat di dahi, Babes. Jika kamu tidak cukup sering mencuci rambut atau memiliki rambut berminyak, minyak dapat menumpuk di dahi dan menyumbat pori-pori di sana.

Selain itu, jerawat juga mungkin disebabkan oleh produk rambut yang kamu gunakan. Produk penataan dan pelurus rambut terkenal sebagai penyebab jerawat. Ini termasuk seperti pomade minyak, gel, dan wax karena produk-produk ini sering mengandung bahan-bahan seperti cocoa butter atau minyak kelapa. Bahan-bahan ini dapat membuat kulitmu menjadi lebih berminyak.

Iritasi pakaian atau riasan

Iritasi dari pakaian atau bahan kimia dalam riasan juga dapat menyebabkan jerawat di dahi, terutama jika kulitmu sensitif, Dear.

Kamu mungkin mengalami jerawat setelah menggunakan merek riasan baru atau jika kamu mengenakan topi atau ikat kepala yang mengiritasi kulit. Sering menyentuh wajah juga dapat menyebabkan jerawat, karena jari-jari kamu menempelkan minyak dan bakteri ke kulit dan pori-pori.

Kebiasaan kebersihan

Tidak mencuci wajah setiap malam dapat menyebabkan penumpukan minyak, kotoran, dan sel kulit mati. Jika kamu menggunakan makeup, penting juga untuk menghapusnya setiap malam. Mencuci muka terlalu jarang dapat menyebabkan pori-pori tersumbat, Babes.

Genetik

Peluang kamu terkena jerawat di dahi dapat meningkat jika kerabat dekat, seperti ayah atau ibu, memiliki riwayat jerawat. Genetik juga dapat menentukan seberapa efektif sistem kekebalan tubuh dalam menangkal bakteri penyebab jerawat.

Tips Mengatasi Jerawat di Dahi

Pengobatan untuk mengatasi jerawat di dahi akan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan jerawat itu sendiri, Babes.

Well, sebagian besar orang dapat mengobati jerawat mereka dengan obat-obatan yang dijual bebas seperti berbagai macam gel, sabun, losion, dan krim yang tersedia untuk mengobati jerawat. Produk-produk ini biasanya mengandung satu atau lebih bahan aktif seperti benzoil peroksida asam salisilat retinol sulfur.

Seberapa efektif perawatan ini dapat bervariasi antar individu, jadi mungkin diperlukan uji coba untuk menentukan apa yang terbaik.

Orang dengan kulit sensitif mungkin mendapat manfaat dari penggunaan krim atau losion. Gejala seseorang mungkin membutuhkan beberapa minggu untuk benar-benar hilang. Juga umum bagi sebagian orang untuk mengalami efek samping ringan, seperti iritasi kulit, pada tahap awal perawatan.

Untuk orang dengan jerawat yang lebih parah, obat resep mungkin diperlukan. Ini dapat mencakup obat oral dan gel atau krim yang dapat dioleskan langsung ke dahi.