Lagi Galau? Ini 7 Alasan Kenapa Balikan Tidak Selalu Jadi Solusi
Cosmo babes, balikan sering terdengar seperti jawaban paling manis setelah patah hati.
Ada rasa familiar, aman, dan harapan bahwa kali ini semuanya akan lebih baik. Apalagi kalau masih ada perasaan yang belum selesai…
Rasanya wajar kalau kita berpikir, “Mungkin kali ini bisa berhasil.”
Tapi kenyataannya, tidak semua hubungan yang berakhir memang ditakdirkan untuk diulang.
Ada perpisahan yang terjadi bukan karena kurang usaha, tapi karena ada hal mendasar yang memang tidak bisa diperbaiki hanya dengan kembali bersama.
Duh, perasaan ini yang suka bikin galau bukan? Nah, Cosmo di sini bukan untuk melarang balikan, tapi untuk mengajak kamu berpikir lebih jujur…
Apakah balikan benar-benar solusi, atau hanya pelarian dari rasa sepi?
7 Alasan Kenapa Balikan Tidak Selalu Jadi Solusi

1. Masalah lama tidak hilang hanya karena waktu
Banyak orang percaya waktu bisa menyembuhkan segalanya. Padahal, waktu hanya memberi jarak, bukan otomatis memberi solusi.
Kalau kamu dan dia balikan tanpa benar-benar membahas akar masalah, besar kemungkinan masalah yang sama akan muncul lagi, hanya dengan bentuk yang sedikit berbeda.
Balikan tanpa perubahan nyata sering kali hanya mengulang siklus lama loh girls… Berharap, kecewa, lalu lelah lagi.
2. Kangen bukan selalu berarti masih cocok
Kangen itu manusiawi kok, babes. Kehilangan seseorang yang pernah dekat memang pastinya meninggalkan ruang kosong….
Namun, kangen sering kali tertuju pada kenangan, bukan realita hubungan itu sendiri.
Kadang kita merindukan versi bahagia dari masa lalu, bukan hubungan yang sebenarnya penuh konflik.
Balikan karena kangen tanpa refleksi bisa membuatmu terjebak dalam nostalgia, bukan pertumbuhan.
Baca juga: Kamu Harus Berhenti Chat Dia Kalau Kamu Melihat Tanda-tanda Ini!
3. Balikan bisa menunda proses move on
Balikan terasa seperti kesempatan kedua, tapi sering kali justru menghambat proses penyembuhan.
Kamu memberi harapan baru, padahal luka lama belum benar-benar sembuh.
Alih-alih belajar dari perpisahan, kamu kembali ke zona nyaman yang sama. Dan ketika akhirnya putus lagi, rasa sakitnya bisa terasa dua kali lipat!
4. Tidak semua orang benar-benar berubah
Janji untuk berubah sering terdengar indah setelah putus. Tapi perubahan butuh waktu, usaha, dan konsistensi.
Jika balikan terjadi terlalu cepat, perubahan itu sering kali masih sebatas niat, bukan tindakan.
Memperbaiki hubungan butuh komunikasi jujur, kesepakatan baru, dan komitmen dua arah. Balikan tanpa proses ini hanya menyambung cerita lama, bukan menulis bab baru.
Kalau alasan putus dulu adalah sikap, pola komunikasi, atau nilai hidup yang bertabrakan, kamu perlu bukti nyata, bukan sekadar kata-kata.
Baca juga: 4 Tipe Putus yang Jarang Balikan Lagi, Apakah Kamu Salah Satunya?
5. Balikan karena merasa “takut sendirian”? Jangan!
Kesepian bisa membuat kita mengambil keputusan yang salah.
Jadi, balikan karena takut sendirian, takut memulai lagi, atau takut kehilangan rutinitas lama bukanlah fondasi yang sehat.
Hubungan seharusnya menjadi tempat bertumbuh, bukan tempat berlindung dari ketakutan.
6. Kamu bisa kehilangan versi diri yang sudah bertumbuh
Setelah putus, sering kali seseorang belajar banyak tentang dirinya sendiri. Kamu mungkin jadi lebih kuat, lebih sadar batasan, dan lebih tahu apa yang kamu butuhkan.
Balikan dengan orang yang sama tanpa perubahan bisa membuatmu kembali ke versi dirimu yang lama, baik yang lebih sering mengalah, memaklumi hal yang tidak seharusnya, dan melupakan kebutuhan sendiri.
Baca juga: Tidak Perlu Terlalu Serius, Ini 7 Pertanyaan Lucu untuk Deep Talk dengan Pasangan!
7. Most of the times, berpisah adalah bentuk cinta pada diri sendiri
Tidak semua hubungan harus diperjuangkan sampai akhir. Karena, ada hubungan yang mengajarkan kita kapan harus berhenti.
Memilih untuk tidak balikan bukan berarti kamu gagal, tapi berarti kamu cukup berani memilih diri sendiri.
“The right love will never make you question whether you are enough.”

So, girls, balikan bisa jadi solusi untuk sebagian orang, tapi bukan jawaban universal untuk semua perpisahan.
Sebelum kembali, mungkin kamu bisa tanya diri sendiri dulu… Apakah kamu ingin memperbaiki, atau hanya mengulang?
Whatever you’re facing right now, good luck… you’ve got this, Cosmo babes~
(Fishya Elvin/Images: RDNE Stock Project, on Pexels)