A Must Read! Ini Rekomendasi Buku Best Seller yang Menyayat Hati
Cosmo babes, siap-siap ya, ini bacaan yang bukan hanya membuat semua orang terbawa perasaan, tapi juga membuat hati kamu diremas pelan-pelan atau disayat-sayat.
Buku-buku heart-wrenching itu biasanya bukan sekadar sedih, tapi meninggalkan bekas. Rasanya seperti habis nangis diam-diam tengah malam, lalu besoknya masih kepikiran.
Kalau kamu lagi ingin baca sesuatu yang emosional, hangat sekaligus perih, daftar buku ini cocok banget buat nemenin perasaan kamu.
Berikut rekomendasi best seller yang menyayat hati, dijamin membuat dada sesak tapi tetap indah untuk dirasakan…
Rekomendasi Buku Best Seller yang Menyayat Hati
1. As Long As The Lemon Trees Grow oleh Zoulfa Katouh

Buku ini adalah definisi sakit tapi penuh harapan. Berlatar perang Suriah, ceritanya mengikuti Salama, seorang mahasiswi farmasi yang terpaksa menjadi relawan medis di tengah kehancuran.
Di satu sisi, ia harus menghadapi trauma kehilangan keluarga, di sisi lain ia masih berusaha mempertahankan mimpi, cinta, dan harapan akan hidup yang lebih baik.
Yang membuat buku ini benar-benar menyayat hati adalah cara Zoulfa Katouh menulis penderitaan dengan lembut.
Tidak berisik, tidak berlebihan, tapi justru terasa nyata.
Cinta di buku ini bukan sesuatu yang manis-manis saja, tapi menjadi alasan untuk bertahan. Setiap halaman terasa seperti pengingat bahwa bertahan hidup pun bisa menjadi bentuk keberanian terbesar…
Baca juga: Suka Buku Keigo Higashino? Ini Dia Penulis Buku Misteri Lain yang Harus Kamu Baca…
2. A Thousand Splendid Suns oleh Khaled Hosseini

Kalau bicara soal buku yang bikin nangis tanpa ampun, yang satu ini sudah pasti masuk daftar.
Cerita tentang Mariam dan Laila, dua perempuan Afghanistan dengan latar belakang berbeda, yang disatukan oleh takdir, perang, dan pernikahan yang tidak mereka pilih.
Hubungan mereka berkembang dari keterpaksaan menjadi ikatan yang sangat dalam. Buku ini menyayat karena memperlihatkan bagaimana perempuan sering kali harus bertahan dalam diam, mengorbankan diri, dan tetap mencintai meski hidup tidak adil.
Ini bukan cuma cerita tentang penderitaan, tapi juga tentang solidaritas perempuan dan cinta yang tumbuh di tempat paling tidak terduga.
3. The Kite Runner oleh Khaled Hosseini

Buku ini menyentuh luka yang berbeda, luka tentang penyesalan. Mengisahkan Amir dan Hassan, dua anak laki-laki yang tumbuh bersama di Kabul, cerita ini berpusat pada satu keputusan yang mengubah segalanya.
Rasa bersalah, pengkhianatan, dan keinginan untuk menebus kesalahan menjadi benang merah sepanjang cerita.
Yang bikin sakit adalah betapa manusiawinya cerita ini. Tidak ada tokoh yang benar-benar sempurna. Semua rapuh…
The Kite Runner mengingatkan kita bahwa masa lalu tidak pernah benar-benar pergi, dan kadang satu-satunya cara untuk sembuh adalah dengan berani menghadapinya, meski itu menyakitkan.
Definitely a must read!
Baca juga: 7 Rekomendasi Buku yang Cocok Dibaca di Musim Hujan
4. A Man Called Ove oleh Fredrik Backman

Jangan tertipu dengan kesan awalnya. Ove memang galak, kaku, dan super menyebalkan. Tapi di balik itu, ada kesedihan yang dalam akibat kehilangan cinta terbesar dalam hidupnya.
Buku ini perlahan membuka masa lalu Ove, menunjukkan bagaimana cinta bisa membentuk seseorang, dan kehilangan bisa membuat dunia terasa hampa.
Buku ini menyayat hati dengan cara yang sangat halus. Kamu mungkin akan tersenyum di satu halaman, lalu tiba-tiba mata kamu panas di halaman berikutnya.
Ini cerita tentang kesepian, duka, dan betapa manusia sebenarnya sangat membutuhkan satu sama lain, meski tidak selalu pandai mengungkapkannya.
5. Metamorphosis oleh Franz Kafka

Nah, kalau yang satu ini berbeda dari yang lain, tapi justru itu yang membuatnya menyakitkan.
Metamorphosis bercerita tentang Gregor Samsa yang tiba-tiba berubah menjadi serangga dan perlahan ditolak oleh keluarganya sendiri.
Tidak ada ledakan emosi, tidak ada tangisan dramatis, tapi justru dinginnya cerita inilah yang menghantam.
Buku ini menyedihkan karena terasa dekat. Tentang bagaimana seseorang bisa kehilangan nilai di mata orang lain ketika ia tidak lagi “berguna”.
Tentang rasa terasing, kesepian, dan cinta yang ternyata bersyarat. Bacaan ini mungkin tipis, tapi efeknya berat dan bertahan lama di pikiran…
Baca juga: Suka ‘Atomic Habits’? Ini 7 Rekomendasi Buku Self Development yang Serupa!
Are you ready to read them, Cosmo babes?
Membaca buku-buku menyayat hati memang bukan untuk semua hari. Tapi di waktu tertentu, kita butuh cerita yang jujur tentang sakit, kehilangan, dan harapan.
Buku-buku ini tidak menjanjikan kebahagiaan instan, tapi menawarkan sesuatu yang lebih dalam…
Happy reading!
(Fishya Elvin/Images: cottonbro studio from Pexels and Goodreads)