5 Rekomendasi Novel untuk Memahami Rasa Kehilangan

Redaksi 2 03 Jun 2026

Cosmo babes, kehilangan adalah salah satu pengalaman paling universal dalam hidup. Entah kehilangan orang yang kita cintai, hubungan yang pernah berarti, atau bahkan versi diri kita yang dulu, rasa kehilangan selalu meninggalkan ruang kosong yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Kadang, cara terbaik untuk memahami perasaan itu bukan dengan mencari jawaban, melainkan melalui cerita.

Novel-novel tentang kehilangan seringkali membantu kita melihat bahwa duka bukan sesuatu yang harus segera diselesaikan. Ia adalah proses, perjalanan, dan bagian dari mencintai seseorang.

Kalau kamu sedang mencari bacaan yang bisa menemani di masa-masa sulit, atau sekedar memahami bagaimana menghadapi perasaan kehilangan, 5 novel ini menawarkan perspektif yang berbeda tentang kehilangan, kesedihan, dan bagaimana manusia perlahan belajar melanjutkan hidup.

Yuk, simak daftarnya!


5 Rekomendasi Novel untuk Memahami Rasa Kehilangan

1. Notes on Your Sudden Disappearance oleh Alison Espach


Novel ini mengikuti Sally Holt, seorang perempuan yang hidupnya berubah selamanya setelah kakak perempuannya meninggal secara tiba-tiba.

Kehilangan tersebut tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga mengubah dinamika keluarga, persahabatan, dan cara Sally memandang hidup.

Yang membuat buku ini begitu menyentuh adalah cara Alison Espach menggambarkan duka yang tidak selalu terlihat. Ada kemarahan, kebingungan, rasa bersalah, dan kerinduan yang terus muncul bertahun-tahun setelah peristiwa itu terjadi.

Kamu harus baca buku ini, karena akan menunjukkan bahwa kehilangan tidak pernah benar-benar hilang. Kita hanya belajar hidup berdampingan dengannya.

Baca juga: Suka ‘Wuthering Heights’? Ini Deretan Novel Klasik yang Harus Kamu Baca!


2. A Man Called Ove oleh Fredrik Backman


Di permukaan, Ove terlihat seperti pria tua yang pemarah dan sulit diajak bicara. Namun di balik sikapnya yang dingin, tersimpan kesedihan mendalam setelah kehilangan istrinya yang sangat ia cintai.

Melalui pertemuan-pertemuan tak terduga dengan para tetangganya, Ove perlahan menemukan alasan untuk tetap menjalani hidup. Novel ini berhasil menyeimbangkan humor dan kesedihan dengan sangat indah.

Buku ini mengingatkan bahwa cinta tidak berakhir ketika seseorang pergi. Kadang, cinta tetap hidup dalam kebiasaan, kenangan, dan hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari.


3. The Year of Magical Thinking oleh Joan Didion


Buku ini bukan novel, melainkan memoar yang ditulis Joan Didion setelah kehilangan suaminya secara mendadak. Namun, cara Didion menuliskan proses berdukanya terasa begitu kuat dan universal sehingga banyak pembaca merasa sangat terhubung dengannya.

Ia menggambarkan bagaimana pikiran manusia sering kali mencoba menolak kenyataan, berharap bahwa orang yang telah pergi akan kembali suatu hari nanti.

Kamu harus baca buku ini untuk gambaran yang sangat jujur tentang bagaimana duka bekerja… Terkadang tidak logis, tidak teratur, dan sering kali datang saat kita tidak mengharapkannya.

Baca juga: Suka Buku Keigo Higashino? Ini Dia Penulis Buku Misteri Lain yang Harus Kamu Baca…


4. Kitchen oleh Banana Yoshimoto


Mikage, tokoh utama dalam novel ini, harus menghadapi kehilangan orang-orang yang paling berarti dalam hidupnya. Di tengah kesedihan itu, ia menemukan kenyamanan di tempat yang sederhana, yaitu dapur.

Dengan gaya khas Banana Yoshimoto yang lembut dan melankolis, ‘Kitchen’ berbicara tentang kesepian, keluarga pilihan, dan bagaimana manusia menemukan harapan setelah kehilangan.

Kamu akan menyukai buku ini karena buku ini menunjukkan bahwa proses penyembuhan sering kali dimulai dari hal-hal kecil yang tampak biasa, seperti memasak, makan bersama, atau sekadar ditemani seseorang.


5. As Long As The Lemon Trees Grow oleh Zoulfa Katouh


Berbeda dari buku-buku lain dalam daftar ini, novel ini membahas kehilangan dalam skala yang lebih besar. Berlatar perang di Suriah, cerita mengikuti Salama yang harus menghadapi kehilangan keluarga, rumah, dan kehidupan yang ia kenal.

Meski penuh kesedihan, novel ini juga berbicara tentang harapan, keberanian, dan alasan untuk terus bertahan meski dunia terasa runtuh.

Buku ini mengingatkan bahwa bahkan di tengah kehilangan yang paling besar sekalipun, manusia masih memiliki kemampuan untuk mencintai dan berharap.

Baca juga: Rekomendasi Buku Penulis Perempuan tentang Cinta dan Kehidupan


So, girls, duka adalah harga yang harus kita bayar karena pernah mencintai. Dan meski setiap orang mengalaminya dengan cara yang berbeda, ada satu hal yang sama, yaitu tidak ada jalan pintas untuk melewatinya.

5 buku di atas tidak menawarkan solusi instan untuk rasa kehilangan. Sebaliknya, mereka mengajak kita duduk bersama perasaan itu, memahaminya, dan menerima bahwa terkadang luka tidak harus hilang untuk bisa sembuh.

Happy reading, Cosmo babes.


(Fishya Elvin/Images: Jay-r Alvarez from Pexels and Goodreads)