Rekomendasi Buku yang Dibaca Gawon MEOVV!
Cosmo babes, di dunia K-pop generasi kelima yang penuh dengan idol-idol multitalenta, Gawon dari MEOVV mungkin adalah salah satu yang paling mengejutkan, dan ini bukan hanya soal bakat.
Lee Ga-won, lahir 27 April 2005 di Ohio, Amerika Serikat, adalah sosok yang tumbuh berpindah-pindah antara New Jersey dan Korea Selatan sebelum akhirnya masuk dunia entertainment.
Sebelum debut bersama MEOVV di bawah naungan THEBLACKLABEL, ia sempat menjalani lima tahun sebagai trainee YG Entertainment, dan yang tidak banyak orang tahu adalah bahwa di tengah masa training yang berat itu, ia juga sempat diterima di New York University.
Pssst, ia memang memilih panggung, tapi tidak meninggalkan kebiasaan belajarnya loh, girls.
Gawon dikenal sebagai pembaca yang sangat aktif, dan daftar bacaannya membuktikan betapa beragam dan dalamnya selera literasinya.
Favorbook mencatat setidaknya 18 judul buku yang sudah ia baca dan rekomendasikan… jumlah yang terbilang luar biasa untuk idol seusianya!
Dari karya klasik Barat, sastra Korea kontemporer, hingga roman Rusia yang tebal, Gawon tidak punya zona nyaman ketika soal pilihan buku.
Ini enam buku dari daftar panjang Gawon yang paling menarik untuk kamu ketahui. Yuk, simak!
Rekomendasi Buku yang Dibaca Gawon MEOVV!
1. Proof of Sphere (구의 증명) oleh Choi Jin-young

Buku ini adalah salah satu yang Gawon sebut dalam wawancara dengan W Korea, dan namanya langsung menarik perhatian karena penulis yang sama, Choi Jin-young, juga menulis ‘To the Warm Horizon’ yang masuk reading list Hyunjin Stray Kids.
‘Proof of Sphere’ adalah novel Korea yang berkisah tentang seorang perempuan bernama Yeon yang menuliskan semua kenangan tentang kekasihnya yang baru saja meninggal.
Bukan sebagai cara untuk melupakan, melainkan sebagai bukti bahwa cinta itu pernah ada, bahwa seseorang itu pernah hidup dan dicintai.
Choi Jin-young menulis dengan prosa yang sangat halus dan emosional, dan novel ini dikenal sebagai salah satu buku Korea yang paling bisa membuat pembacanya menangis tiba-tiba.
Untuk kamu yang suka buku yang terasa seperti pengalaman emosional penuh, ini buku yang wajib masuk reading list kamu juga!
2. The Picture of Dorian Gray oleh Oscar Wilde

Menariknya, Gawon ternyata membaca dua versi berbeda dari buku ini. Pertama adalah edisi reguler, dan kedua adalah edisi 1890 yang merupakan versi asli sebelum Oscar Wilde menyuntingnya untuk publikasi.
Ini adalah detail kecil yang mengatakan banyak tentang seberapa serius Gawon mendekati bacaannya, bukan?
‘The Picture of Dorian Gray’ adalah satu-satunya novel Oscar Wilde, dan hingga hari ini masih menjadi salah satu karya sastra paling ikonik yang pernah ditulis.
Kisahnya tentang Dorian Gray, seorang pemuda tampan yang membuat sebuah perjanjian agar wajahnya tetap muda dan indah selamanya, sementara sebuah lukisan di loteng rumahnya menanggung beban semua dosa dan penuaan yang seharusnya ia alami.
Novel ini adalah kritik tajam terhadap obsesi manusia akan kecantikan, kemudaan, dan moralitas yang longgar, dimana ini merupakan tema yang terasa sangat relevan bahkan di era media sosial sekarang.
Baca juga: Rekomendasi Buku yang Dibaca Karina aespa
3. The Secret History oleh Donna Tartt

Ini adalah salah satu buku yang Gawon rekomendasikan lewat YouTube, dan pilihan yang sangat menarik dari seorang idol yang dikenal punya selera estetika tinggi.
‘The Secret History’ karya Donna Tartt adalah novel thriller akademis yang dimulai dari akhir, dimana pembaca sudah tahu sejak halaman pertama bahwa sebuah pembunuhan telah terjadi, yang kemudian diungkap secara perlahan adalah bagaimana dan mengapa.
Berlatar di sebuah universitas liberal arts eksklusif di Vermont, novel ini mengikuti sekelompok mahasiswa jurusan bahasa Yunani yang terlibat dalam sebuah ritus kuno yang berujung fatal.
Gaya penulisan Donna Tartt sangat kaya dan atmosferik, dimana membacanya terasa seperti masuk ke dalam dunia yang gelap, indah, dan sangat berbahaya.
Untuk penggemar dark academia, ini adalah buku yang mendefinisikan genre tersebut!
4. The White Book (흰) oleh Han Kang

Setelah Han Kang memenangkan Nobel Prize in Literature pada 2024, nama dan karya-karyanya semakin banyak dibicarakan di seluruh dunia. Dan Gawon sudah lebih dulu membacanya!
‘The White Book’ adalah karya Han Kang yang paling personal dan paling puitis. Ditulis dalam bentuk meditasi tentang warna putih, seperti salju, bulan, kapas, dan abu, buku ini sebenarnya adalah surat cinta kepada kakak perempuan Han Kang yang meninggal hanya beberapa jam setelah lahir, jauh sebelum Han Kang sendiri lahir ke dunia.
Berbeda dari ‘The Vegetarian’ atau ‘Human Acts’ yang lebih novelistik, ‘The White Book’ terasa seperti puisi panjang yang sangat personal.
Tipis tapi sangat padat, bisa dibaca dalam satu duduk, tapi efeknya tidak akan hilang dalam waktu singkat.
Baca juga: Rekomendasi Buku yang Dibaca Martin CORTIS
5. Crime and Punishment oleh Fyodor Dostoevsky

Di antara semua buku di daftar Gawon, ini mungkin yang paling ‘ambisius’, dan pilihan yang sangat mengejutkan untuk seorang idol berusia 20 tahun.
But, yeah, we are talking about Gawon.
‘Crime and Punishment’ adalah salah satu novel terbesar yang pernah ditulis, mengisahkan Raskolnikov, seorang mahasiswa miskin di Saint Petersburg yang membunuh seorang lintah darat dengan keyakinan bahwa ada orang-orang tertentu yang "melampaui moralitas biasa" dan berhak mengambil keputusan besar demi kebaikan yang lebih besar.
Tentu saja, kenyataannya tidak sesederhana teorinya. Dostoevsky membangun sebuah investigasi psikologis yang sangat dalam tentang rasa bersalah, penebusan, dan kondisi manusia.
Buku yang berat, dalam segala arti, tapi juga sangat rewarding bagi yang bersabar menyelesaikannya.
6. Norwegian Wood (ノルウェイの森) oleh Haruki Murakami

Satu lagi buku Murakami yang masuk reading list idol, dan setelah ‘Norwegian Wood’ juga ada di daftar Keonho CORTIS, ternyata Gawon pun membaca novel yang sama.
‘Norwegian Wood’ adalah karya Murakami yang paling langsung secara emosional. Berkisah tentang Watanabe, seorang mahasiswa Tokyo di akhir 1960-an yang terjebak antara dua cinta yang sangat berbeda, yaitu Naoko yang rapuh dan penuh luka, serta Midori yang hidup dan penuh semangat.
Di sekelilingnya, kehilangan datang silih berganti hingga terasa seperti bagian tak terhindarkan dari proses tumbuh dewasa.
Murakami menulis tentang kesedihan dan memori dengan cara yang indah sekaligus menyakitkan, dimana ini menjadi buku yang terasa seperti lagu melankolis yang tidak bisa kamu berhentikan dengarkan.
Baca juga: Rekomendasi Buku yang Dibaca Keonho CORTIS
So, girls, dari novel Korea yang menguras air mata, thriller akademis bergaya gelap, hingga Dostoevsky yang berat dan Nobel laureate Han Kang, daftar bacaan Gawon mencerminkan persis siapa dirinya… yaitu seseorang yang lahir di antara dua budaya, diterima masuk NYU tapi memilih panggung, dan tidak pernah berhenti belajar dengan cara apapun yang ia bisa.
Kalau kamu ingin mengenal Gawon lebih dalam, mulailah dari buku-buku yang ada di tangannya. Happy reading, Cosmo babes~
(Fishya Elvin/Images: @meovv from Instagram and Goodreads)