Rekomendasi Buku yang Dibaca Keonho CORTIS
Cosmo babes, kalau kamu diminta menebak siapa member CORTIS yang paling suka baca buku, mungkin Keonho bukan nama pertama yang terlintas.
Maknae CORTIS yang lahir tepat di Hari Valentine tanggal 14 Februari 2009 ini memang lebih dikenal karena suaranya yang hangat, kepribadiannya yang laid-back, dan fakta bahwa ia adalah mantan perenang yang rela meninggalkannya demi panggung musik.
Akan tetapi, di balik kesan santai itu, Ahn Keonho ternyata punya sisi yang jauh lebih dalam dari yang kelihatannya… dan buku-bukunya membuktikan itu.
Yang membuat reading list Keonho menarik adalah bagaimana buku-bukunya saling bercerita tentang satu sama lain.
The Creative Act yang direkomendasikan Martin langsung diteruskan ke Keonho. Demian rupanya dibaca bersama Juhoon, sepertinya sudah jadi bacaan wajib di asrama CORTIS.
Buku beredar dari tangan ke tangan, dan dari situ kita bisa mengintip sedikit dinamika kehidupan lima member yang tinggal bersama.
Ini dia buku-buku yang ada di tangan Keonho!
Rekomendasi Buku yang Dibaca Keonho CORTIS
1. Demian oleh Hermann Hesse

Kalau ada satu buku yang sepertinya wajib dibaca di asrama CORTIS, jawabannya adalah Demian dan Keonho adalah satu dari dua member yang diketahui sudah membacanya, bersama Juhoon.
Bukan kebetulan juga kalau ini adalah salah satu buku yang pernah mempengaruhi album WINGS BTS, grup yang jadi idola banyak idol generasi sekarang.
Demian karya Hermann Hesse mengisahkan perjalanan Emil Sinclair, seorang remaja yang terjebak di antara dua dunia, yaitu dunia yang penuh aturan dan ekspektasi orang lain, dan dunia yang lebih gelap tapi lebih bebas di mana ia bisa menjadi dirinya sendiri.
Lewat persahabatan dengan Max Demian yang misterius, Emil perlahan belajar menemukan jalannya.
Untuk Keonho yang meninggalkan sekolah untuk mengejar mimpinya dan menggambarkan renang sebagai persaingannya dengan diri sendiri, bukan orang lain, resonansi Demian dengan perjalanan hidupnya terasa sangat nyata!
Baca juga: Rekomendasi Buku yang Dibaca Hyunjin Stray Kids
2. Norwegian Wood oleh Haruki Murakami

Di antara empat buku di daftar ini, Norwegian Wood mungkin adalah yang paling emosional, dan pilihan yang cukup mengejutkan dari seorang maknae berusia 17 tahun. Tapi itulah yang membuat Keonho selalu menarik untuk diikuti.
Norwegian Wood adalah novel Haruki Murakami yang paling langsung dan paling personal, berkisah tentang Watanabe, seorang mahasiswa Tokyo di akhir tahun 1960-an yang terjebak di antara dua cinta, yaitu Naoko yang rapuh dan penuh luka, serta Midori yang hidup dan penuh semangat.
Di sekelilingnya, kehilangan terjadi begitu sering hingga menjadi bagian dari keseharian. Murakami menulis tentang kesedihan, memori, dan proses menjadi dewasa dengan cara yang indah sekaligus menyakitkan.
Buku yang akan terasa seperti lagu melankolis yang tidak bisa kamu berhentikan mendengarkan~
3. The Creative Act: A Way of Being oleh Rick Rubin

Ini adalah buku yang pertama kali dibaca Martin, dan setelah selesai, ia langsung merekomendasikannya ke Keonho.
Martin membaca versi Inggris, sementara Keonho membaca versi Korea. Fakta kecil ini menggambarkan banyak hal tentang hubungan antar member CORTIS yang memang saling menginspirasi satu sama lain dalam proses kreatif mereka!
The Creative Act: A Way of Being karya Rick Rubin, seorang produser legendaris di balik album-album ikonik dari Johnny Cash, Jay-Z, sampai Red Hot Chili Peppers, bukan buku tentang teknik bermusik.
Rubin justru menulis tentang cara hidup sebagai seorang seniman, termasuk tentang bagaimana cara membuka diri terhadap inspirasi, melepaskan ego dari proses berkarya, dan tetap setia pada visi kamu bahkan saat dunia memiliki ekspektasi yang berbeda.
Untuk Keonho yang terlibat langsung dalam penulisan lagu, produksi video, bahkan koreografi CORTIS sejak debut, buku ini bukan sekadar bacaan, rasanya seperti cermin.
Baca juga: Rekomendasi Buku yang Dibaca Martin CORTIS
4. Letters to Yves oleh Pierre Bergé

Buku ini adalah pilihan yang paling mengejutkan sekaligus paling mengungkapkan banyak hal tentang Keonho.
Letters to Yves adalah kumpulan surat yang ditulis oleh Pierre Bergé kepada Yves Saint Laurent, partner hidup dan rekanan bisnisnya selama lebih dari 50 tahun, setelah Yves meninggal dunia pada 2008.
Surat-surat ini bukan tentang fashion atau bisnis, melainkan tentang cinta, kehilangan, dan kerinduan yang tidak pernah benar-benar hilang meski waktu terus berjalan.
Bergé menulis dengan cara yang sangat pribadi dan sangat jujur, membiarkan pembaca masuk ke dalam kesedihannya yang paling dalam.
Untuk seseorang dengan umur 17 tahun yang menggambarkan dirinya sebagai orang yang ‘laid-back’, pilihan buku se-intens dan se-dewasa ini berbicara banyak tentang kedalaman emosi yang Keonho miliki, yang mungkin belum banyak terlihat di permukaan.
So, girls, dari novel klasik Jerman, sastra Jepang, panduan hidup seorang produser dunia, sampai surat-surat cinta seorang pria kepada kekasihnya yang telah pergi, selera baca Keonho jauh lebih kompleks dari kesan pertama yang ia berikan.
Maknae CORTIS ini memang pendiam, tapi buku-bukunya bercerita cukup keras. Kalau kamu mau mengenal Keonho lebih dalam, mulailah dari rak bukunya!
Happy reading, Cosmo babes~
Baca juga: Rekomendasi Buku yang Dibaca Juhoon CORTIS
(Fishya Elvin/Images: @cortis from Instagram and Goodreads)