Rekomendasi Buku yang Dibaca Lily NMIXX!

Redaksi 2 23 Sep 2026

Cosmo babes, kalau kamu tanya siapa idol K-pop yang paling serius soal membaca buku, nama Lily NMIXX akan selalu masuk dalam daftar teratas.

Lily Jin Park Morrow, lahir 17 Oktober 2002 di Marysville, Victoria, Australia, adalah salah satu pembaca paling produktif di dunia K-pop, dan angkanya berbicara sendiri.

Di tahun 2025 saja, Lily membaca 53 buku dan 17.680 halaman, dengan rata-rata satu buku setiap 6,8 hari.

Artinya, di sela jadwal konser, promosi, dan aktivitas grup yang padat, Lily masih sempat menyelesaikan hampir satu buku per minggu. Keren banget gak sih?

Yang membuat Lily semakin spesial adalah caranya berbagi kecintaan membaca ini kepada penggemar.

Sejak Januari 2023, ia menjalankan ‘LILY's Lost The Plot’, sebuah book and movie club dalam format livestream di mana ia membahas buku-buku pilihannya bersama NSWER (fandom NMIXX).

Series ini bahkan sempat masuk dalam laporan ESG resmi JYP Entertainment sebagai salah satu aktivitas positif Lily yang patut diakui.

Nah, dari semua buku yang dibahas di ‘LILY's Lost The Plot’, ini yang paling menarik untuk kamu ketahui…


Rekomendasi Buku yang Dibaca Lily NMIXX!

1. Seri Harry Potter oleh J.K. Rowling


Episode perdana ‘LILY's Lost The Plot’ dimulai bukan dengan sembarang buku. Lily memilih ‘Harry Potter and the Philosopher's Stone’ sebagai buku pertama yang ia bahas bersama NSWER, dan ia dengan jelas menyebutkan alasannya…

Ini adalah buku yang sangat istimewa baginya sejak kecil!

Lily kemudian melanjutkan membahas seluruh tujuh buku dalam seri ini satu per satu, menjadikannya tulang punggung Season 1 ‘LILY's Lost The Plot’.

Tidak perlu banyak penjelasan soal apa itu Harry Potter, tapi ada alasan kuat mengapa seri ini bertahan di hati begitu banyak orang selama puluhan tahun

Dunia sihir yang dibangun J.K. Rowling terasa lengkap dan hidup, karakternya tumbuh bersama pembacanya, dan tema-tema tentang persahabatan, keberanian, kehilangan, serta perlawanan terhadap ketidakadilan tidak pernah terasa ketinggalan zaman.

Kalau kamu belum pernah membacanya (atau sudah lama sekali dan ingin re-read), Lily adalah bukti nyata bahwa tidak ada kata terlambat untuk masuk ke Hogwarts!

Baca juga: Suka Novel ‘We Were Liars’? Ini Rekomendasi Novel Lain dari E. Lockhart 


2. The Book Thief oleh Markus Zusak


Buku pertama yang Lily pilih untuk Season 2 ‘LILY's Lost The Plot’ adalah ‘The Book Thief’, dan serius deh, ini merupakan pilihan yang sangat kuat untuk membuka babak baru dari series-nya.

‘The Book Thief’ berlatar di Jerman saat Perang Dunia II dan mengisahkan Liesel Meminger, seorang gadis kecil yang tinggal bersama keluarga angkat dan perlahan menemukan kekuatan kata-kata di tengah dunia yang sedang hancur.

Yang membuat novel ini luar biasa unik adalah naratornya. ‘Kematian’ itu sendiri yang menceritakan kisah Liesel dengan cara yang tidak terduga. Bukan menakutkan, tapi justru sangat penuh perasaan dan kadang sedikit sarkastik.

Markus Zusak menulis buku ini dengan prosa yang sangat indah, dan hasilnya adalah novel perang yang terasa seperti sebuah puisi panjang tentang bertahan hidup melalui cerita.


3. A Monster Calls oleh Patrick Ness


Di antara semua buku di daftar Lily, ‘A Monster Calls’ mungkin adalah yang paling tidak terduga.

Tapi justru karena itu paling menarik!

Buku ini awalnya adalah ide dari penulis Siobhan Dowd yang meninggal sebelum sempat menyelesaikannya, dan Patrick Ness kemudian melanjutkannya sebagai penghormatan.

‘A Monster Calls’ mengisahkan Conor, seorang anak laki-laki 13 tahun yang hidupnya sedang berantakan. Ibunya sakit keras, ia di-bully di sekolah, dan setiap malam ia mimpi buruk yang sama.

Lalu, seekor monster raksasa berbentuk pohon yew muncul di jendela kamarnya, dan berjanji akan menceritakan tiga kisah kepadanya, dengan syarat Conor harus menceritakan satu kebenaran yang paling ia takuti.

Buku ini terlihat seperti cerita anak-anak tapi sama sekali tidak terasa seperti itu saat dibaca. Ia malah membahas tentang kehilangan, rasa bersalah, dan hal-hal yang kita tidak mau akui bahkan kepada diri sendiri, dengan cara yang sangat jujur dan sangat menguras emosi.

Baca juga: Suka Novel ‘Laut Bercerita’? Ini Rekomendasi Novel Lain yang Tidak Kalah Sedih! 


4. The Thursday Murder Club oleh Richard Osman


Ini adalah buku yang membuktikan betapa beragamnya selera baca Lily. Dari novel perang yang berat dan buku anak-anak yang emosional, ia juga sangat menikmati mystery-comedy yang ringan dan menyenangkan.

Lily bahkan tidak berhenti di buku pertama. Setelah selesai, ia langsung lanjut ke sekuelnya, yakni ‘The Man Who Died Twice’.

‘The Thursday Murder Club’ berlatar di sebuah komunitas pensiunan mewah di Kent, Inggris, di mana empat lansia yaitu Elizabeth, Joyce, Ibrahim, dan Ron secara rutin bertemu setiap Kamis untuk membahas kasus-kasus pembunuhan yang belum terpecahkan.

Ketika sebuah pembunuhan sungguhan terjadi di dekat mereka, keempat orang tua ini memutuskan untuk turun tangan sendiri.

Richard Osman menulis dengan humor yang sangat Inggris… Kering, cerdas, dan penuh dengan karakter-karakter yang tidak bisa tidak kamu sukai.

Cocok banget dibaca saat kamu ingin sesuatu yang mengundang senyum tapi tetap punya misteri!


5. The Giver oleh Lois Lowry


Satu lagi buku yang dibahas Lily di ‘LILY's Lost The Plot’ dan mungkin belum masuk di radar banyak pembaca Indonesia adalah… ‘The Giver’ karya Lois Lowry, klasik distopia YA yang pertama kali terbit pada 1993 tapi masih sangat relevan sampai hari ini.

‘The Giver’ mengisahkan Jonas, seorang anak laki-laki 12 tahun yang hidup di sebuah masyarakat yang tampak sempurna. Tidak ada rasa sakit, tidak ada konflik, tidak ada pilihan yang membingungkan.

Semua keputusan dibuat oleh Komite Tetua, dari pekerjaan sampai pasangan hidup. Akan tetapi, ketika Jonas dipilih untuk menjadi “The Receiver of Memory" (satu-satunya orang yang menyimpan semua kenangan dunia sebelum era ini), ia mulai mengetahui kebenaran yang selama ini disembunyikan dari semua orang.

Novel yang singkat tapi sangat kuat, dan punya kemampuan untuk membuat kamu berpikir tentang apa yang rela kita korbankan demi kenyamanan.

Baca juga: Kamu Suka ‘The Bell Jar’ Karya Sylvia Plath? Ini Rekomendasi Novel yang Serupa! 


So, girls, dari Hogwarts sampai komunitas pensiunan yang memecahkan kasus pembunuhan, dari Jerman masa perang sampai masyarakat distopia tanpa emosi, selera baca Lily membuktikan bahwa ia benar-benar membaca untuk mengalami dunia yang berbeda, bukan sekadar mengisi waktu.

Kalau kamu mau ikutan book club-nya Lily, daftar di atas adalah titik awal yang bagus.

Happy reading, Cosmo babes~


(Fishya Elvin/Images: @nmixx_official on Instagram and Goodreads)