Rekomendasi Buku yang Dibaca Suga BTS!
Cosmo babes, di antara tujuh member BTS, Suga mungkin adalah yang paling sering dikaitkan dengan buku.
Min Yoongi, lahir 9 Maret 1993 di Daegu, adalah sosok yang sudah lama dikenal ARMY sebagai thinker dalam tim, seseorang yang tidak takut membicarakan hal-hal berat seperti kesehatan mental, tekanan industri, dan pertanyaan-pertanyaan besar tentang hidup.
Dan bukan kebetulan bahwa buku-buku yang ia pilih mencerminkan semua itu. Pilihan bacaan Suga selalu punya substansi, selalu punya alasan, dan selalu terasa seperti dipilih oleh seseorang yang benar-benar membaca, bukan sekadar memegang buku untuk konten.
Dari konten In The Soop sampai VLive, dari Bang Bang Con sampai wawancara resmi, buku-buku Suga sudah terdokumentasi dengan baik.
Ini enam di antaranya yang paling menarik untuk kamu ketahui, tentunya sudah Cosmo kurasi!
Baca juga: Kamu Suka ‘The Bell Jar’ Karya Sylvia Plath? Ini Rekomendasi Novel yang Serupa!
Rekomendasi Buku yang Dibaca Suga BTS!
1. Life Lessons oleh Elisabeth Kübler-Ross & David Kessler

Salah satu momen paling ikonik dalam sejarah tentang Suga dan bukunya adalah ketika ia terlihat berjalan keluar dari Bang Bang Con sambil membawa ‘Life Lessons’ di tangannya.
Santai, tanpa banyak penjelasan, tapi penggemar langsung mencatatnya.
‘Life Lessons’ ditulis oleh Elisabeth Kübler-Ross, psikiater Swiss-Amerika yang terkenal lewat teorinya tentang lima tahap kesedihan, bersama David Kessler.
Tapi buku ini bukan tentang kematian, melainkan tentang hidup. Kübler-Ross dan Kessler menggunakan pengalaman mereka bertahun-tahun mendampingi orang-orang di ujung kehidupan untuk menarik pelajaran-pelajaran tentang cinta, kehilangan, kesabaran, dan keberanian yang justru paling relevan bagi kita yang masih di tengah perjalanan.
Buku yang terasa seperti percakapan panjang dengan seseorang yang sudah melihat banyak hal, dan karena itu tidak lagi takut untuk jujur.
2. Almond (아몬드) oleh Sohn Won-pyung

‘Almond’ adalah buku yang benar-benar jadi bukunya member BTS, karena selama In The Soop Season 1, Suga, RM, dan J-Hope semua terlihat membacanya.
Tiga member sekaligus, satu buku yang sama. Kalau itu bukan rekomendasi yang cukup kuat, tidak tahu lagi apa yang lebih meyakinkan.
‘Almond’ mengisahkan Yunjae, seorang remaja yang terlahir dengan amigdala yang tidak berkembang sempurna, yaitu kondisi yang membuatnya kesulitan merasakan emosi seperti rasa takut atau marah.
Hidupnya berjalan datar dan penuh cara-cara yang ia hafalkan agar terlihat "normal," sampai seseorang bernama Gon datang dan perlahan mengubah segalanya.
Novel Korea ini ditulis dengan indah dan punya kemampuan merenung tentang apa artinya benar-benar merasakan sesuatu. Bagi Suga yang sudah lama berbicara terbuka tentang kesehatan mentalnya, pasti terasa sangat personal.
Baca juga: Rekomendasi Novel dari Penulis ‘The Vegetarian’, Han Kang!
3. Kitchen oleh Banana Yoshimoto

Suga dan RM adalah dua member BTS yang sudah terkonfirmasi membaca ‘Kitchen’, dan pilihan ini terasa sangat pas untuk keduanya.
Buku ini punya ketenangan yang khas, tapi di baliknya ada kesedihan yang sangat nyata.
‘Kitchen’ karya Banana Yoshimoto terdiri dari dua cerita pendek yang keduanya mengeksplorasi tema kehilangan, kesedihan, dan bagaimana manusia menemukan kenyamanan di tempat yang paling tidak terduga, termasuk dapur.
Yoshimoto menulis dengan gaya yang sangat ringan dan sangat puitis, dan hasilnya adalah buku yang bisa kamu baca dalam satu duduk tapi efeknya tinggal jauh lebih lama dari itu.
Cocok dibaca di malam hari, dengan secangkir teh, dan siap-siap untuk merasa kesedihan yang anehnya… damai.
4. The Alchemist oleh Paulo Coelho

Ada cerita manis di balik buku ini. Setelah Suga dan beberapa member BTS lainnya terlihat membaca ‘The Alchemist’ selama In The Soop Season 2, Paulo Coelho sendiri mengetahui hal ini dan memutuskan untuk mengirimkan salinan bertanda tangan kepada seluruh member BTS.
Seorang penulis legendaris mengakui para idol yang membaca karyanya, dan Suga adalah salah satu yang paling vokal merekomendasikannya.
‘The Alchemist’ mengisahkan Santiago, seorang bocah penggembala Andalusia yang bermimpi tentang harta karun dan memutuskan untuk mengikuti mimpinya sampai ke ujung dunia.
Dalam perjalanannya, ia belajar bahwa alam semesta selalu berpihak pada mereka yang berani mengejar apa yang Paulo Coelho sebut sebagai keyakinan mereka.
Buku yang sudah terjual lebih dari 150 juta kopi ini memang punya cara yang ajaib untuk membuat pembacanya percaya bahwa mimpi mereka layak untuk diperjuangkan.
Sesuatu yang mungkin sangat relate bagi Suga yang pernah meninggalkan Daegu dengan satu tekad bulat untuk menjadi musisi bukan, girls?
Baca juga: Rekomendasi Buku yang Dibaca Lily NMIXX!
5. A General Introduction to Psychoanalysis oleh Sigmund Freud

Ini adalah buku yang Suga sebut langsung dalam sebuah VLive, dan cara ia membicarakannya cukup mengungkapkan banyak hal tentang bagaimana ia mendekati bacaan.
Suga mengakui bahwa banyak teori Freud sudah lama dipatahkan oleh ilmu pengetahuan modern, tapi ia tetap merasa penting untuk membacanya, karena memahami asal-usul sebuah ide, menurutnya, tetap berharga meski idenya sendiri tidak lagi dianggap valid.
‘General Introduction to Psychoanalysis’ adalah kumpulan kuliah Sigmund Freud yang memperkenalkan dasar-dasar teori psikoanalisisnya, tentang alam bawah sadar, mimpi, dan bagaimana pengalaman masa lalu membentuk perilaku kita.
Buku yang berat dan tidak mudah dibaca, tapi untuk Suga yang sudah lama tertarik pada cara kerja pikiran manusia, ini bukan pilihan yang mengejutkan sama sekali.
6. The Courage to Be Disliked oleh Ichiro Kishimi & Fumitake Koga

Selama In The Soop Season 2, Suga terlihat membaca buku ini.
‘The Courage to Be Disliked’ ditulis dalam format percakapan antara seorang filsuf dan seorang pemuda yang skeptis, dan isinya membahas teori psikologi Alfred Adler tentang bagaimana kita bisa membebaskan diri dari trauma masa lalu dan ketakutan akan penilaian orang lain.
Intinya, kebahagiaan adalah pilihan, dan memilihnya membutuhkan keberanian untuk tidak disukai semua orang.
Untuk Suga yang sudah berbicara sangat terbuka tentang tekanan yang ia rasakan sebagai idol, tentang masa-masa gelap yang pernah ia lalui, dan tentang perjalanannya berdamai dengan diri sendiri, pesan buku ini terasa seperti sesuatu yang ia tidak hanya baca, tapi juga benar-benar jalani.
So, girls, dari psikologi Freud yang kontroversial, panduan hidup dari seorang psikiater yang sudah melihat banyak kematian, sampai novel tentang anak muda yang tidak bisa merasakan emosi, pilihan baca Suga selalu punya lapisan yang lebih dalam dari yang terlihat di permukaan.
Persis seperti musiknya, dan persis seperti dirinya!
Happy reading, Cosmo babes.
(Fishya Elvin/Images: @agustd on Instagram and Goodreads)